Lampung Timur : Cuaca terik matahari tak menghalangi langkah para pekerja yang memulai pembangunan ruas jalan strategis Jabung–Labuhan Maringgai di Kabupaten Lampung Timur, Jumat (10/4/2026). Di tengah debu dan panas, harapan warga ikut dibangun bersama hamparan jalan sepanjang 6,2 kilometer itu.
Proyek dengan nilai anggaran Rp40 miliar ini digarap oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) sebagai bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur tahun 2026, khususnya di wilayah Lampung Timur.
Bagi warga, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik. Jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas sehari-hari, mulai dari akses pendidikan hingga distribusi hasil pertanian. Karena itu, masyarakat menaruh harapan besar agar pengerjaannya dilakukan secara transparan dan sesuai standar.
Andre, warga Labuhan Maringgai, menegaskan bahwa kegiatan groundbreaking tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata. Ia berharap proyek ini menjadi komitmen nyata dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas.
“Pembangunan ini harus benar-benar mengacu pada spesifikasi teknis. Jangan sampai ada pengurangan volume maupun kualitas pekerjaan,” ujarnya.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyampaikan bahwa ruas jalan Jabung–Labuhan Maringgai merupakan satu dari empat paket pembangunan jalan provinsi di wilayahnya pada tahun ini. Proyek ini menjadi langkah awal dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memprioritaskan pembangunan jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat di Kecamatan Labuhan Maringgai, Melinting, Gunung Pelindung, hingga Jabung.
“Jika pembangunan ini terselesaikan dengan baik, tentu akan mempercepat konektivitas dan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Ela.
Sementara itu, Kepala Dinas BMBK Lampung M.TauM. Taufiqullah menjelaskan, bahwa kualitas jalan sangat ditentukan oleh kesesuaian dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Dengan pengerjaan yang optimal serta pemeliharaan yang baik, jalan tersebut diproyeksikan mampu bertahan hingga 10 tahun.
Namun demikian, daya tahan jalan juga bergantung pada beban kendaraan yang melintas. Ia menekankan bahwa tonase ideal tidak boleh melebihi 8 ton agar umur jalan tetap terjaga.
Diketahui, pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari skema pembiayaan melalui pinjaman Pemerintah Provinsi Lampung dengan total nilai mencapai Rp1 triliun.
Lebih dari sekadar proyek pembangunan, jalan ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru. Infrastruktur yang memadai diyakini mampu memperlancar distribusi hasil pertanian serta membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan jalan yang layak, perjalanan bukan hanya menjadi lebih mudah, tetapi juga membawa harapan akan kehidupan yang lebih sejahtera bagi warga Lampung Timur.(Prie)























