Dipatuk Ular Weling Saat Nongkrong, Satu Remaja Bogor Meninggal: Ancaman “Ular Luwing” yang Kerap Diremehkan

BOGOR : Tragedi yang menimpa dua remaja di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor menjadi peringatan serius tentang bahaya ular berbisa yang kerap muncul di sekitar permukiman dan area perkebunan.

Dua remaja dilaporkan dipatuk ular weling (dikenal sebagian masyarakat sebagai ular luwing) saat sedang berkumpul  Selasa malam, (12/5/2026). Satu korban meninggal dunia, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan intensif.

banner 728x90

Peristiwa itu bermula ketika sejumlah remaja tengah nongkrong di kawasan perkebunan dekat permukiman warga. Situasi yang awalnya santai berubah mencekam saat seekor ular muncul secara tiba-tiba di lokasi.

Menurut informasi yang dihimpun, dua remaja bernama Umar Zaein dan Hendra menjadi korban gigitan ular tersebut. Salah satu korban disebut sempat mencoba mengamankan ular setelah temannya tergigit. Namun tindakan spontan itu justru berujung petaka. Ular kembali menyerang dan menggigit tangannya.

Ironisnya, kedua korban sempat pulang ke rumah setelah kejadian karena tidak merasakan gejala berat. Kondisi inilah yang sering membuat gigitan ular weling dianggap sepele.

Keesokan harinya, kesehatan kedua remaja itu mendadak memburuk. Keluarga yang panik segera membawa mereka ke rumah sakit. Namun, satu korban tidak berhasil diselamatkan.

Lurah Pasir Jaya, Rizki Dwi Nugraha, membenarkan insiden tersebut.
“Satu korban meninggal dunia dan sudah dimakamkan oleh pihak keluarga Rabu pagi. Sementara satu temannya masih dalam perawatan intensif di rumah sakit setempat karena kondisinya kritis,” kata Rizki, Jumat (15/5/2026).

Mengapa Ular Luwing atau Weling Sangat Berbahaya?

Ular weling atau yang di beberapa daerah dikenal sebagai ular luwing merupakan salah satu ular paling berbisa di Indonesia. Ular ini memiliki pola belang hitam-putih dan sering ditemukan di area lembap, kebun, tumpukan kayu, saluran air, hingga dekat permukiman.

Bahaya terbesar ular weling terletak pada jenis racunnya yang bersifat neurotoksik, yakni menyerang sistem saraf. Berbeda dari gigitan ular lain yang memicu rasa sakit hebat atau pembengkakan, gigitan weling sering kali tampak ringan pada awalnya.
Korban bahkan bisa merasa baik-baik saja beberapa jam setelah tergigit.

Namun diam-diam racun bekerja melumpuhkan saraf, menyebabkan gejala seperti kelopak mata mulai turun, tubuh melemah, sulit bicara, sesak napas, hingga gagal pernapasan.

Karena gejalanya terlambat muncul, banyak korban tidak segera mencari bantuan medis, dan kondisi ini bisa berakibat fatal.

Edukasi untuk Warga: Jangan Pernah Menangkap Ular Sendiri

Insiden di Bogor menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk tidak mencoba menangkap atau membunuh ular berbisa tanpa keahlian khusus.

Ketika menemukan ular di rumah, kebun, atau lokasi terbuka, warga disarankan menjaga jarak aman dan segera menghubungi petugas penyelamat satwa, pemadam kebakaran, atau aparat lingkungan.

Jika terjadi gigitan ular, korban harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Menunggu gejala muncul, mengikat luka terlalu keras, mengisap racun, atau mencoba menangkap ular justru dapat memperbesar risiko.

Tragedi dua remaja di Bogor menunjukkan bahwa ancaman ular berbisa tidak hanya berada di hutan, tetapi juga bisa muncul di sekitar lingkungan tempat tinggal. Kewaspadaan dan pemahaman masyarakat tentang bahaya ular luwing menjadi langkah penting untuk mencegah korban berikutnya.

(**)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *