Setelah Sembilan Tahun Vakum, MTQ Lampung Utara Kembali Bergema. Hamartoni Ingin Kembalikan Daerah sebagai Barometer Tilawah di Lampung

Lampung Utara: Lantunan ayat suci Al-Qur’an kembali menggema di Kabupaten Lampung Utara. Setelah sembilan tahun tidak terselenggara, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat kabupaten resmi kembali digelar. Pembukaan berlangsung meriah di Pondok Pesantren Wali Songo, Kecamatan Abung Selatan, Senin (20/7/2026) malam, dan dibuka langsung Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis.

Ribuan warga memadati arena utama sejak sore. Defile kafilah dari 23 kecamatan, penampilan seni Islami, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an penanda bangkitnya kembali salah satu agenda keagamaan terbesar di Kabupaten Lampung Utara yang sempat vakum hampir satu dekade.

banner 728x90

Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, kembalinya MTQ tidak hanya menghidupkan kompetisi tilawah. Ajang ini diposisikan sebagai momentum membangun kembali tradisi pembinaan generasi Qurani sekaligus mengembalikan daerah itu sebagai salah satu barometer MTQ di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Bupati Hamartoni Ahadis mengatakan penyelenggaraan MTQ harus menjadi awal kebangkitan pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan. Ia berharap pelaksanaan MTQ tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan qari dan qariah berprestasi hingga tingkat nasional.

“MTQ ini adalah ikhtiar kita untuk membangun masyarakat yang religius sekaligus mencetak generasi Qurani yang mampu membawa nama baik Lampung Utara,” kata Hamartoni.

Pada kesempatan itu, Hamartoni juga menyampaikan harapan agar Kabupaten Lampung Utara kembali dipercaya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Provinsi Lampung.

Menurut dia, daerah yang dipimpinnya memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam menyelenggarakan ajang tersebut.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Lampung Utara pernah menjadi tuan rumah MTQ ke-39 tingkat Provinsi Lampung pada Mei 2011. Saat itu, ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota mengikuti perhelatan yang dipusatkan di kompleks Islamic Center Kotabumi. Penyelenggaraan tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah MTQ Provinsi Lampung.

Tak hanya sukses sebagai penyelenggara, Lampung Utara juga pernah mencatatkan prestasi membanggakan. Pada MTQ ke-40 tingkat Provinsi Lampung yang digelar di Kabupaten Lampung Selatan, kafilah Lampung Utara berhasil keluar sebagai juara umum. Prestasi itu menjadi bukti kuatnya tradisi pembinaan tilawah Al-Qur’an di daerah tersebut.

Karena itu, menurut Hamartoni, sudah saatnya Lampung Utara kembali mengambil peran strategis dalam penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi. Selain didukung pengalaman, daerah ini juga memiliki infrastruktur, pondok pesantren, serta sumber daya manusia yang dinilai mampu mendukung pelaksanaan ajang berskala provinsi.

MTQ ke-45 tingkat Kabupaten Lampung Utara akan berlangsung selama empat hari yakni hingga 24 Juli 2026 dengan memperlombakan berbagai cabang seni baca dan pemahaman Al-Qur’an yang diikuti 286 kafilah dari 23 kecamatan.

Sebanyak sembilan cabang lomba akan dipertandingkan, mulai dari Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Musabaqah Hadis, Fahmil Al-Qur’an, Syarhil Al-Qur’an, Khat Al-Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Pemerintah daerah berharap kegiatan ini menjadi titik awal kebangkitan syiar Islam, memperkuat pembinaan tilawah, sekaligus mengembalikan kejayaan Lampung Utara sebagai daerah yang tidak hanya mampu melahirkan para juara, tetapi juga layak menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Lampung di masa mendatang.

Bagi masyarakat Lampung Utara, MTQ tahun ini tidak hanya sebagai kompetisi tetapi membangkitkan dan menghidupkan tradisi keagamaan. “Setelah sembilan tahun terhenti, semangat itu kini kembali menyala dari Pondok Pesantren Wali Songo, ” ujar Maya salah satu pengunjung dalam kegiatan tersebut. (Ayi/Ipul/*)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *