LAMPUNG SELATAN : Bursa calon Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Krakatau Raya mulai menghangat. Heri Fulistiawan, jurnalis iNews TV, masuk gelanggang dengan modal pengalaman lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik televisi dan organisasi profesi.
Heri menyerahkan berkas pencalonannya kepada Ketua Panitia Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) I IJTI Korda Krakatau Raya, Axgeis Yohanes Sapta, di Kalianda, Lampung Selatan.
Ia menjadi pendaftar kedua setelah jurnalis Kompas TV, Teuku Khalid Syah. Penjaringan masih berlangsung hingga 11 September 2026.
Masuknya Heri membuat kontestasi mulai menarik perhatian. Bukan hanya karena ia telah lama berkecimpung sebagai jurnalis televisi, tetapi juga karena rekam jejak organisasinya.
Heri menekuni jurnalistik televisi sejak 2014. Selama lebih dari 12 tahun, ia menjalani kerja jurnalistik di lapangan sekaligus mengikuti perubahan industri media yang semakin dipengaruhi teknologi digital.
Di organisasi, pengalaman Heri juga terbilang berlapis. Ia pernah menjadi Sekretaris Komunitas Jurnalis Harian Lampung Selatan (KJHLS) dan Bendahara IJTI Pengda Lampung.
Saat ini, Heri dipercaya sebagai Sekretaris Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Lampung Selatan.
Kombinasi pengalaman jurnalistik dan organisasi itu menjadi modal utama yang ia tawarkan dalam perebutan kursi Ketua IJTI Korda Krakatau Raya.
Heri mengatakan dirinya maju bukan untuk sekadar mendapatkan posisi struktural. Ia ingin organisasi yang baru terbentuk tersebut memiliki fungsi yang dirasakan langsung oleh anggota.
“Bagi saya, jabatan ketua bukan tujuan akhir. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana organisasi ini bisa hadir, bekerja, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota,” kata Heri.
Ia menilai perubahan teknologi telah mengubah cara kerja jurnalis televisi. Kecepatan distribusi informasi meningkat, sementara tuntutan terhadap akurasi, independensi, dan profesionalisme tetap menjadi fondasi.
Karena itu, Heri ingin IJTI tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Organisasi harus menjadi ruang peningkatan kompetensi sekaligus memperkuat solidaritas jurnalis televisi.
“Kita harus tetap kritis, menjaga independensi dan kode etik jurnalistik, tetapi pada saat yang sama harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan industri media,” ujarnya.
Ketua Panitia Muskorda I IJTI Korda Krakatau Raya, Axgeis Yohanes Sapta, mengatakan proses penjaringan masih terbuka.
“Penjaringan masih dibuka sampai 11 September 2026. Semua anggota yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftarkan diri,” ujar Axgeis.
Dengan dua nama yang telah mendaftar, pertarungan belum sepenuhnya terbentuk. Kandidat lain masih dapat masuk hingga batas akhir penjaringan.
Namun, Heri kini menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan. Ia membawa kombinasi pengalaman sebagai jurnalis televisi sejak 2014, pengalaman di organisasi profesi, serta rekam jejak pengelolaan organisasi.
(*/Her)























