Kasus Campak Naik di Lampung Utara, Anak Belum Imunisasi Jadi Fokus

LAMPUNG UTARA : Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara mencatat lonjakan kasus dugaan campak yang mencapai 87 orang hingga awal April 2026. Temuan ini mendorong otoritas kesehatan setempat memperketat pelacakan kasus dan memperluas cakupan imunisasi, terutama pada anak-anak yang belum terlindungi.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, dr. Maya Natalia Manan, mengatakan seluruh pasien yang terdeteksi telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Namun, upaya tidak berhenti pada pengobatan.

banner 728x90

“Setiap kasus langsung kami tindak lanjuti dengan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri kemungkinan penularan di lingkungan sekitar pasien,” kata Maya, Selasa, (7/4 / 2026).

Dari sisi konfirmasi laboratorium, Dinkes telah mengirimkan 60 sampel ke laboratorium kesehatan pusat. Hasilnya, 10 sampel dinyatakan positif campak, sementara sisanya masih dalam proses pemeriksaan atau menunjukkan hasil negatif terhadap infeksi tersebut.

Situasi ini membuat Dinkes menggenjot program imunisasi kejar sebagai langkah pencegahan utama. Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak, guna meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity) dan memutus rantai penularan.

“Kami fokus pada anak-anak yang belum diimunisasi. Ini penting untuk mencegah penyebaran lebih luas,” ujar Maya.

Selain intervensi medis, pemerintah daerah juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat. Warga diminta lebih waspada terhadap gejala campak, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam pada kulit.

Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dinkes juga menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan asupan gizi.

Bagi warga yang belum mendapatkan imunisasi, pemerintah mengimbau untuk segera mendatangi puskesmas atau posyandu terdekat guna memperoleh vaksin campak serta suplementasi vitamin A sebagai perlindungan tambahan.

(Ipul/Ayi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *