2.009 Guru Ikut Seminar Nasional, Disdikbud Lampung Timur Dorong Lahirnya Pendidik Inspiratif dan Mandiri

Lampung Timur : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Timur mendorong peningkatan kualitas sumber daya guru melalui Seminar Nasional How To Be a Great Teacher yang diikuti 2.009 tenaga pendidik dari seluruh UPTD pendidikan se-Lampung Timur, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di GOR Bumei Tuah Bepadan itu menjadi momentum penguatan kompetensi guru di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berubah. Seminar digelar oleh DPW Teacherpreneur Nusantara Provinsi Lampung bekerja sama dengan Disdikbud Kabupaten Lampung Timur.

banner 728x90

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Timur, Marsan, membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam arahannya, dia menegaskan bahwa guru saat ini tidak cukup hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga dituntut menjadi sosok inspiratif yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Mengusung tema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi”, seminar dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 07.30–12.00 WIB dan 13.30–17.00 WIB untuk mengakomodasi ribuan peserta.

Marsan mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari penguatan kapasitas tenaga pendidik, baik dari sisi kompetensi akademik, karakter, hingga ketahanan ekonomi pribadi guru.

“Guru harus terus meningkatkan kompetensi dan motivasi agar menjadi pendidik yang berkualitas, profesional, dan hebat. Selain itu, guru juga perlu memiliki manajemen keuangan yang baik agar tidak terjebak persoalan utang serta mampu memanfaatkan waktu luang secara produktif,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pendidikan modern menuntut guru lebih adaptif, kreatif, dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dalam seminar tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan konsep Teacherpreneur Nusantara, sebuah gerakan yang mendorong guru tidak hanya fokus pada aktivitas mengajar di ruang kelas, tetapi juga memiliki semangat kewirausahaan, kreativitas, serta kemandirian.

Konsep itu dinilai relevan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang menuntut guru terus berinovasi tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai pendidik.

Melalui penguatan kapasitas dan pola pikir yang lebih terbuka, para guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan di sekolah, membangun karakter peserta didik, sekaligus menjadi inspirasi di tengah masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar berlangsung. Selain menerima materi penguatan pendidikan dan motivasi, para guru juga diajak membangun pola pikir positif serta kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan pendidikan di era modern. (Prie)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *