JAKARTA – Di tengah memanasnya polemik antara pengacara kondang Hotman Paris dan insan pers, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengambil langkah yang mencuri perhatian. Dasco mempertemukan Hotman Paris dengan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Akhmad Munir, dalam sebuah pertemuan yang sarat pesan persatuan.
Momen tersebut diunggah Dasco melalui akun Instagram resminya, Selasa. Dalam foto yang dipublikasikan, Hotman Paris dan Akhmad Munir tampak berjabat tangan di satu meja makan, sementara Dasco berada di tengah keduanya.
Melalui unggahannya, Dasco menulis singkat, “Persatuan Indonesia. Silaturahmi bersama Ketua Umum PWI Akhmad Munir dan Hotman Paris hari ini.” Kalimat sederhana itu langsung memantik perhatian publik karena hadir di tengah sengketa hukum yang masih bergulir.
Ketua Umum PWI Akhmad Munir membenarkan adanya pertemuan tersebut. Menurutnya, dirinya bersama Hotman Paris diundang langsung oleh Sufmi Dasco Ahmad sebagai upaya mengedepankan semangat rekonsiliasi dan menjaga persatuan bangsa setelah muncul polemik yang melibatkan profesi wartawan.
Sebelumnya, PWI Pusat resmi melaporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya atas dugaan pernyataan yang dinilai merendahkan profesi wartawan dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung. Laporan tersebut kemudian disusul oleh organisasi Media Independen Online (MIO) Indonesia yang juga menilai ucapan Hotman telah melukai martabat insan pers.
PWI menegaskan, langkah hukum ditempuh sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan profesi jurnalistik dan kebebasan pers. Senada, MIO Indonesia menyebut pernyataan Hotman tidak sekadar perbedaan pendapat, melainkan dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap intelektualitas wartawan.
Di sisi lain, Hotman Paris telah menyampaikan permintaan maaf. Ia menegaskan ucapannya saat itu ditujukan kepada individu tertentu dalam forum tanya jawab, bukan kepada organisasi maupun seluruh profesi wartawan. Hotman juga memastikan siap memenuhi panggilan penyidik apabila dimintai klarifikasi.
Pertemuan yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa ruang dialog tetap terbuka di tengah proses hukum yang berjalan. Meski demikian, penyelesaian perkara kini tetap berada di tangan aparat penegak hukum, sementara publik menanti apakah silaturahmi tersebut akan menjadi awal rekonsiliasi antara Hotman Paris dan komunitas pers Indonesia. (*)























