UKW Madya PWI di Lamtim: Wira Tegaskan Wartawan Bukan Untuk Memeras Atau Mengancam

LAMPUNG TIMUR : Pesan keras disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung Wirahadikusumah dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Madya Angkatan ke-39 di Kabupaten Lampung Timur.

Wira menegaskan, wartawan harus bekerja berdasarkan fakta, kode etik jurnalistik, dan kepentingan publik. Kompetensi wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan menulis berita, tetapi juga dari integritas dalam menjalankan profesi.

banner 728x90

“Kerja wartawan adalah mencari informasi, bukan memeras, menakut-nakuti, atau mengancam,” tegas Wirahadikusumah saat UKW Madya Angkatan ke-39 yang digelar di PWI Lampung Timur, Senin (14/9/2026).

Menurut Wira, UKW menjadi instrumen penting untuk memastikan profesi wartawan diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan dan memahami tanggung jawab jurnalistik.

“UKW ini bertujuan meningkatkan kualitas wartawan. Wartawan harus memiliki kompetensi sehingga profesi ini diisi oleh orang-orang yang berkualitas. Dalam menjalankan tugas, wartawan juga harus tetap berpegang pada kode etik dan kaidah jurnalistik yang baik,” ujarnya.

Dia mengatakan, wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam mencari, mengolah, sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, setiap informasi harus melalui proses verifikasi dan disajikan secara akurat serta berimbang.

Wira juga meminta masyarakat dan pihak terkait tidak ragu melapor apabila menemukan wartawan yang mengatasnamakan PWI tetapi menjalankan tugas di luar koridor kode etik jurnalistik.

“Jika ada wartawan PWI yang melakukan tugas di luar kode etik, laporkan saja,” katanya.

Menurut dia, langkah tersebut penting untuk menjaga marwah profesi sekaligus memastikan organisasi wartawan tidak menjadi tempat berlindung bagi tindakan yang bertentangan dengan etika jurnalistik.

UKW Madya Angkatan ke-39 PWI Lampung diikuti 16 wartawan. Semula terdapat 18 peserta, namun dua peserta mengundurkan diri.

Para peserta berasal dari PWI Lampung Timur, PWI Tulang Bawang Barat, dan PWI Pesawaran. Mereka dibagi dalam tiga kelas dan menjalani serangkaian tahapan pengujian yang melibatkan penguji dari PWI Pusat dan PWI Provinsi Lampung.
Sejumlah penguji yang terlibat antara lain H. Nizwar, H. Wirahadikusumah, dan Andi Panjaitan.

Wira menambahkan, pers memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi. Selain memberikan informasi kepada masyarakat, pers menjalankan fungsi kontrol sosial dan menjadi ruang bagi publik untuk mendapatkan informasi yang benar serta berimbang.

“Karena itu, wartawan harus memahami bahwa profesi ini memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap UKW tidak berhenti pada status kompeten yang diperoleh peserta. Kompetensi tersebut harus dibuktikan melalui karya jurnalistik yang berkualitas dan perilaku profesional dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Melalui UKW Madya Angkatan ke-39, PWI berharap lahir wartawan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, menjunjung kode etik, serta mampu menjaga kepercayaan publik terhadap pers. (*)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *