MESUJI — Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Mesuji, Budi Yuhanda, resmi membuka turnamen sepak bola Semi Open Madani Cup yang digelar di Desa Panggung Jaya, Kecamatan Rawajitu Utara. Pembukaan secara simbolis ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Budi Yuhanda di tengah lapangan, yang disambut antusias oleh ratusan penonton dan peserta turnamen.
Dalam sambutannya, Budi Yuhanda menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, profesionalisme dalam menerima hasil pertandingan, serta penerapan fair play sepanjang turnamen berlangsung. Pria asli kelahiran Mesuji tersebut mengingatkan seluruh tim, manajer, dan official untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menghormati setiap keputusan perangkat pertandingan.
“Kami meminta kesepakatan bersama, baik turnamen Open maupun Semi Open, untuk menghindari keributan. Jangan sampai ada tindakan kekerasan atau pemukulan terhadap wasit dan panitia hanya karena ketidakpuasan atas keputusan di lapangan. Jika memang ada kekeliruan yang terbukti, biarkan PSSI yang mengevaluasi dan memberikan sanksi tegas,” ujar Budi Yuhanda.
Ia menyadari tensi pertandingan akan semakin meningkat seiring berjalannya kompetisi. Oleh karena itu, Askab PSSI Mesuji bekerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI telah membangun komitmen bersama untuk menindak tegas secara hukum pihak-pihak yang memicu kerusuhan.
“Jadikan pertandingan ini sebagai wadah hiburan yang sehat bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar kemenangan dengan menghalalkan segala cara. Kita yang dewasa harus malu jika memicu keributan, sebab kita bertanggung jawab memberikan teladan yang baik bagi generasi muda,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Mesuji tersebut.
Selain menekankan kondusivitas turnamen, Budi memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Mesuji. PSSI Mesuji saat ini tengah menjalankan program strategis berupa target keberadaan Sekolah Sepak Bola (SSB) di setiap desa.
“Target kami dalam roadmap PSSI Mesuji adalah program ‘Satu Desa, Satu SSB, Satu Wasit, dan Satu Pelatih’. Ini menjadi ruang strategis agar anak-anak dapat menyalurkan bakatnya secara terarah sehingga regenerasi atlet sepak bola di Mesuji terus berjalan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, sikap tegas PSSI Mesuji tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak panitia dan aparat keamanan setempat. Salah satu pihak Panitia Pelaksana Madani Cup menyatakan kesiapan seluruh panitia untuk menjalankan regulasi pertandingan sesuai instruksi Askab PSSI.
“Kami berterima kasih atas arahan dan dukungan Ketua Askab PSSI Mesuji Budi Yuhanda. Dalam hal ini pastinya kami Panitia bersama jajaran pengamanan dari pihak kepolisian dan TNI telah menyepakati untuk menjaga ketertiban hingga turnamen ini usai,” pungkasnya. (Kotan).






















