Razia Siswa SMAN 1 Bukit Kemuning Tuai Protes, Thomas Amirico Turun Langsung Beri Pembinaan

LAMPUNG UTARA : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Thomas Amirico turun langsung ke SMAN 1 Bukit Kemuning, Lampung Utara, Senin (31/8/2026). Kedatangan Thomas menjadi respons atas polemik razia siswa yang sebelumnya menuai protes.

Tak sekadar melihat kondisi sekolah, Thomas berdialog dengan jajaran sekolah dan tenaga pendidik. Ia juga melakukan pembinaan agar pelaksanaan tata tertib dan proses pendidikan di sekolah berjalan lebih baik.

banner 728x90

Thomas menegaskan, kunjungan tersebut bukan untuk mencari kesalahan pihak sekolah. Menurut dia, kehadiran Disdikbud lebih diarahkan untuk memastikan persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui evaluasi dan pembinaan.

“Kita cek sekolah saja, sekaligus pembinaan guru supaya ke depan semakin bagus,” ujar Thomas.

Polemik bermula dari tindakan seorang Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kesiswaan berinisial R saat menggelar razia terhadap siswa. Dalam razia tersebut, pakaian sejumlah siswa digunting pada bagian tertentu hingga mengalami kerusakan.

Sejumlah barang milik siswa juga disebut turut diamankan. Persoalan kemudian menjadi perhatian karena muncul pertanyaan mengenai mekanisme penyitaan dan pengembalian barang tersebut.

Peristiwa itu memunculkan perbincangan mengenai cara sekolah menerapkan tata tertib, termasuk batas kewenangan guru serta pola pembinaan yang tepat terhadap peserta didik.

Thomas tidak menampik pentingnya kedisiplinan di lingkungan sekolah. Namun, menurut dia, penegakan aturan tetap harus ditempatkan dalam kerangka pendidikan.

Karena itu, Disdikbud Provinsi Lampung memilih langkah pembinaan dan evaluasi terhadap pihak yang bersangkutan.

“Iya, tentu kami akan lakukan pembinaannya terhadap yang bersangkutan, sebagai bentuk langkah agar tidak terulang,” tegas Thomas.

Bagi Thomas, guru tidak hanya bertugas memastikan siswa mematuhi aturan. Guru juga memiliki tanggung jawab sebagai pendidik yang memberikan keteladanan sekaligus membimbing peserta didik.

Karena itu, setiap penerapan disiplin idealnya mempertimbangkan aspek edukatif dan dilakukan secara proporsional. Tujuannya bukan semata-mata memberikan hukuman, tetapi membangun kesadaran dan karakter siswa.

Kunjungan Thomas sekaligus menjadi momentum bagi SMAN 1 Bukit Kemuning untuk mengevaluasi penerapan tata tertib di lingkungan sekolah.

Disdikbud Provinsi Lampung mendorong agar mekanisme pembinaan siswa dilakukan secara jelas dan terukur. Dengan begitu, sekolah tetap dapat menegakkan disiplin tanpa mengabaikan fungsi utama pendidikan.

Thomas berharap pembinaan tersebut menjadi langkah perbaikan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dan suasana belajar di SMAN 1 Bukit Kemuning tetap kondusif.

(Ipul/Ayi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *