LAMPUNG UTARA — Turnamen Futsal Piala Bupati Lampung Utara 2026 berakhir dengan insiden yang melukai seorang penonton. Mata kanan seorang pelajar berinisial BLQ, warga Jalan Bougenville, kawasan Stadion Sukung, Kotabumi, terkena percikan api dari boom smoke saat menyaksikan pertandingan di GOR Sukung, Sabtu, (29/8/2026).
BLQ berada di lokasi sebagai suporter sekolah. Kehadirannya merupakan bagian dari permintaan panitia kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Lampung Utara untuk mengirimkan suporter selama turnamen berlangsung.
Insiden terjadi sekitar pukul 16.09 WIB. Percikan api dari boom smoke mengenai wajah, tepatnya bagian mata kanan korban. BLQ disebut langsung menangis karena kesakitan.
Menurut orang tua korban, Sabirin, setelah kejadian anaknya hanya mendapat penanganan awal berupa pemberian cairan alkohol dari pihak panitia. Karena khawatir dengan kondisi mata anaknya, keluarga kemudian membawa BLQ ke Balai Pengobatan Alaya Medika, Kotabumi.
Dari fasilitas kesehatan tersebut, korban disarankan menjalani pemeriksaan atau pengobatan lanjutan di fasilitas kesehatan di wilayah Kedaton, Bandar Lampung.
Sabirin mempertanyakan sikap panitia setelah insiden tersebut. Ia mengatakan tidak ada perwakilan penyelenggara yang datang menjenguk ataupun memastikan kondisi anaknya setelah korban dibawa pulang.
“Setelah kejadian di GOR saya langsung membawa anak saya ke balai pengobatan karena pihak penyelenggara hanya memberi alkohol,” kata Sabirin.
Menurut dia, keluarga berharap panitia menunjukkan tanggung jawab terhadap kondisi korban, termasuk membantu memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Sabirin mengatakan akan mempertimbangkan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi apabila kondisi mata anaknya tidak membaik dalam beberapa hari.
“Sejak kejadian sampai pagi ini tidak ada pihak panitia yang datang ke rumah untuk melihat kondisi anak saya. Kalau luka anak saya tidak membaik, saya sebagai orang tua akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Insiden tersebut menambah catatan persoalan dalam pelaksanaan turnamen yang berlangsung sejak 21 Agustus 2026 itu. Turnamen diikuti 137 tim dari berbagai tingkatan dan berakhir pada Ahad, 30 Agustus 2026.
Selain insiden cedera penonton, sejumlah suporter juga mengeluhkan pemberlakuan tiket masuk Rp10 ribu per orang. Keluhan terutama datang dari pelajar yang diminta sekolahnya hadir sebagai suporter sejak babak 16 besar hingga final.
“Kami kira kalau diminta datang sebagai suporter bisa masuk gratis. Ternyata tetap bayar. Kalau tahu seperti ini, kami malas datang menonton,” kata seorang suporter dari Kecamatan Bukit Kemuning.
Persoalan tiket tersebut menjadi perhatian karena kehadiran sejumlah pelajar di arena pertandingan disebut merupakan bagian dari permintaan panitia kepada sekolah.
Hingga berita ini ditulis, Ketua Panitia Piala Bupati Lampung Utara 2026, Taufik Hidayat, belum memberikan tanggapan atas insiden tersebut. Pesan WhatsApp yang dikirim belum dijawab, sedangkan nomor teleponnya dalam kondisi tidak aktif.
Belum ada penjelasan dari panitia mengenai prosedur penggunaan boom smoke, standar keselamatan penonton, penanganan korban setelah insiden, maupun bentuk tanggung jawab penyelenggara terhadap biaya dan pemeriksaan medis korban. (Ai/Alam)























