Lampung Utara : Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Kabupaten Lampung Utara tidak hanya menjadi ajang syiar Islam setelah vakum selama sembilan tahun. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara juga memanfaatkannya sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah dengan menggelar pasar murah selama penyelenggaraan MTQ pada 20–24 Juli 2026.
Pasar murah akan dipusatkan di kawasan Pondok Pesantren Wali Songo, Kecamatan Abung Selatan, lokasi pelaksanaan MTQ. Kegiatan ini diharapkan mampu menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama perhelatan berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Hendri, mengatakan pasar murah merupakan bentuk partisipasi dinasnya dalam menyukseskan MTQ sekaligus bagian dari strategi pemerintah daerah menekan laju inflasi.
“Momentum MTQ kami manfaatkan tidak hanya untuk mendukung kegiatan keagamaan, tetapi juga menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah agar dapat membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga,” kata Hendri, Minggu, (19/7/2026).
Menurut dia, pasar murah akan beroperasi selama empat hari, mulai 20 hingga 24 Juli 2026. Dinas Perdagangan menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah, antara lain Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Dinas Perkebunan, serta bekerja sama dengan distributor di Lampung Utara maupun dari luar daerah.
Berbagai komoditas kebutuhan pokok akan disediakan, di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, bawang, hingga gas elpiji 3 kilogram. Seluruh komoditas tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Hendri berharap masyarakat memanfaatkan pasar murah tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau. Menurut dia, meningkatnya transaksi selama MTQ juga diharapkan ikut menggerakkan perekonomian masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Ia mengajak warga, khususnya masyarakat Kecamatan Abung Selatan, Abung Semuli, dan Blambangan Pagar, untuk datang ke lokasi MTQ, memanfaatkan pasar murah, sekaligus ikut menyemarakkan penyelenggaraan MTQ ke-45.
MTQ tingkat Kabupaten Lampung Utara tahun ini menjadi penyelenggaraan pertama sejak terakhir digelar pada 2017. Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juli itu akan diikuti kafilah dari 23 kecamatan dengan mempertandingkan sembilan cabang lomba, mulai dari seni baca Al-Qur’an, qiraat, hafalan, tafsir, musabaqah hadis, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, khat Al-Qur’an, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap kebangkitan MTQ tidak hanya memperkuat pembinaan generasi Qurani, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas perdagangan, UMKM, dan konsumsi selama pelaksanaan kegiatan.(Ayi/Ipul)























