Kilat Raih IPK Sempurna, Dokter Muda Lampung Ini Tembus Lulusan Terbaik Unila

Bandar Lampung : Di tengah ketatnya persaingan akademik jenjang pascasarjana, dr. Adilla Dwi Nur Yadika mencatatkan capaian menonjol. Ia tidak hanya meraih predikat lulusan terbaik pertama Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, tetapi juga menempati posisi kedua terbaik tingkat universitas pada wisuda Sabtu,  (28/3/2026).

Capaian itu terasa istimewa karena Adilla menyelesaikan studi magisternya dalam waktu relatif singkat, yakni 1 tahun 4 bulan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dan predikat pujian.

banner 728x90

Penilaian lulusan terbaik di Unila tidak semata bertumpu pada IPK, tetapi juga mempertimbangkan masa studi, kemampuan bahasa asing (TOEFL), hingga publikasi ilmiah.

Dekan Fakultas Kedokteran Unila, Evi Kurniawaty, menyebut capaian tersebut sebagai bukti konsistensi dan kualitas akademik yang kuat.

“Lulusan terbaik Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat sekaligus terbaik kedua tingkat universitas diraih dr. Adilla Dwi Nur Yadika. Kami berharap prestasi ini menjadi pijakan untuk kontribusi yang lebih luas,” ujarnya.

Perjalanan akademik Adilla tidak lepas dari disiplin dan ketekunan. Dokter umum lulusan program profesi tahun 2022 itu sebelumnya juga meraih predikat cum laude pada jenjang sarjana kedokteran. Dalam kurun waktu singkat, ia mampu mempertahankan performa akademik sekaligus aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian.

Di luar ruang kuliah, Adilla telah mengasah pengalaman profesional sebagai dokter umum di sejumlah fasilitas kesehatan di Bandar Lampung, serta terlibat sebagai fasilitator pendidikan kedokteran. Ia juga aktif dalam organisasi alumni dan riset mahasiswa, memperkuat kapasitasnya sebagai akademisi sekaligus praktisi.

Putri bungsu dari pasangan Supriyadi Alfian dan Artati Kartika Dewi ini menilai pencapaiannya bukan sekadar soal prestasi personal, melainkan hasil dari proses panjang yang melibatkan dukungan banyak pihak.

“Ini bukan hanya tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang bertahan dan terus melangkah dalam setiap proses,” katanya.

Adilla juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, dosen, dan rekan sejawat yang mendukung perjalanan akademiknya. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat.

Capaian Adilla menjadi potret bahwa percepatan studi dengan kualitas tinggi bukan hal mustahil. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan, kisahnya memberi pesan bahwa ketekunan, manajemen waktu, dan konsistensi dapat menjadi kunci menembus batas.

(**)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *