LAMPUNG UTARA – Pelepasan siswa kelas VI SD Negeri 02 Sindangsari, Kotabumi, Jumat (30/5), berlangsung meriah sekaligus penuh haru. Di tengah pentas seni dan penyerahan penghargaan siswa berprestasi, sekolah menegaskan komitmennya menjaga akses pendidikan gratis bagi masyarakat.
Acara yang dihadiri orang tua siswa dan tamu undangan itu diawali berbagai penampilan seni dari para siswa. Namun, suasana berubah emosional saat prosesi sungkeman digelar. Para siswa yang akan meninggalkan bangku sekolah dasar bersimpuh di hadapan orang tua sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih.
Kepala SD Negeri 02 Sindangsari, Riyani, mengatakan pelepasan siswa menjadi momentum pengembalian tanggung jawab pendidikan kepada keluarga setelah enam tahun proses belajar di sekolah.
“Hari ini kami mengembalikan putra-putri bapak dan ibu setelah enam tahun kami didik. Kami berharap orang tua terus mendampingi anak-anak menentukan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujar Riyani dalam sambutannya.
Ia meminta para lulusan menjaga nama baik keluarga dan almamater saat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Di sekolah baru nanti akan bertemu lingkungan baru, guru baru, dan teman baru. Jaga etika serta martabat orang tua maupun sekolah,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sekolah juga menyerahkan piagam dan sertifikat kepada siswa berprestasi. Para lulusan turut memberikan cendera mata kepada sekolah sebagai kenang-kenangan yang diterima langsung kepala sekolah.
Di sela pelepasan, Riyani juga menyampaikan bahwa SD Negeri 02 Sindangsari masih membuka penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 tanpa pungutan biaya.
“Tidak ada biaya apa pun. Semua pendaftaran gratis,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses pendidikan dasar yang terjangkau di tengah berbagai kebutuhan pendidikan yang terus meningkat.
Salah seorang wali murid mengapresiasi dedikasi kepala sekolah dan dewan guru yang dinilai tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membangun karakter anak selama enam tahun masa belajar.
“Sekolah dasar menjadi pondasi pendidikan anak. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga membentuk etika, nilai sosial, dan keagamaan,” ujarnya.
(Ayi/Ipul)























