Gus Kikin Pimpin PBNU, Sociopreneur Club Dorong Ekonomi Umat dan Pengusaha Muda Nahdliyin

JOMBANG — Terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 disambut positif oleh Sociopreneur Club.

Melalui Ketua Umum Aliansi Rakyat Mahasiswa Anak Daerah (ARMADA), Aris Tama, Sociopreneur Club berharap kepemimpinan baru PBNU mampu menghadirkan energi baru dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda Nahdliyin untuk menjadi pelaku usaha dan penggerak perubahan.

banner 728x90

Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026) pagi.

Sementara itu, KH Miftachul Akhyar ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031 melalui musyawarah mufakat sembilan ulama senior yang tergabung dalam AHWA.

“Selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU. Kami dari Sociopreneur Club menyambut baik dan berharap kepemimpinan baru ini membawa energi baru bagi umat, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi,” ujar Aris Tama, Senin (31/8/2026).

Menurut Aris, NU memiliki jaringan sosial yang sangat kuat hingga tingkat desa. Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi kekuatan besar untuk membangun ekosistem ekonomi masyarakat.

“NU bukan hanya memiliki kekuatan spiritual dan sosial, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Tinggal bagaimana potensi itu dikelola menjadi kekuatan produktif,” katanya.

Sociopreneur Club mendorong agar penguatan UMKM, koperasi, pesantren, ekonomi desa, dan kewirausahaan anak muda menjadi bagian penting dari agenda pemberdayaan keumatan.

Aris menilai generasi muda Nahdliyin harus diberikan ruang lebih besar untuk berinovasi dan membangun usaha.

“Anak muda jangan hanya menjadi konsumen. Kita ingin lahir lebih banyak pengusaha muda Nahdliyin yang menciptakan lapangan kerja dan menyelesaikan persoalan sosial melalui bisnis,” tegasnya.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan konsep sociopreneur, yakni membangun usaha yang tidak berhenti pada keuntungan finansial, tetapi juga menghasilkan manfaat sosial.

“Bisnis harus punya dampak. Keuntungan penting, tetapi kebermanfaatan jauh lebih penting. Inilah semangat sociopreneurship yang ingin terus kami dorong,” ujar Aris.

Ia juga membuka ruang kolaborasi antara pesantren, organisasi keumatan, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

“Era sekarang bukan lagi siapa yang paling kuat berdiri sendiri, tetapi siapa yang paling mampu berkolaborasi. Kita ingin ekonomi umat tumbuh bersama, dari desa sampai nasional,” katanya.

Selain ekonomi, Sociopreneur Club berharap PBNU terus menjadi kekuatan yang menjaga persatuan, moderasi, dan kesejukan di tengah masyarakat.

Aris pun mendoakan Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar agar diberikan kesehatan, kekuatan, serta amanah dalam menjalankan kepemimpinan PBNU selama masa khidmah 2026–2031.

“Semoga kepemimpinan baru PBNU membawa manfaat besar bagi umat, bangsa, dan negara. Saatnya ekonomi umat naik kelas dan anak muda Nahdliyin mengambil peran lebih besar,” pungkas Aris. (Ris)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *