Lampung Utara : Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Kristomei Sianturi, menegaskan pentingnya peran TNI dalam menjaga infrastruktur strategis nasional, khususnya bendungan dan jaringan irigasi, sebagai penopang ketahanan pangan.
Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Unit Pengelola Irigasi (UPI) di kawasan Bendungan Way Rarem, Selasa, 14 April 2026. Kunjungan ini difokuskan pada penguatan pembinaan teritorial (binter) melalui kerja sama pemeliharaan berkala bendungan bersama instansi terkait.
Dalam arahannya, Kristomei menekankan bahwa distribusi air irigasi harus dikelola secara tepat dan merata. Ia meminta jajaran TNI di wilayah lebih proaktif mendampingi masyarakat, terutama petani, guna memastikan tidak ada lahan yang kekurangan air.
“Koordinasi antarinstansi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. TNI harus hadir dan membantu langsung di lapangan,” ujarnya.
Selain menyoroti aspek teknis pengelolaan air, Pangdam juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik bendungan dari ancaman sedimentasi dan pertumbuhan gulma yang dapat menurunkan kapasitas tampung. Ia mendorong langkah terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan pengelola sumber daya air untuk memastikan keberlanjutan fungsi bendungan.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari peninjauan rencana pembangunan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) di kawasan Way Rarem, yang dinilai strategis dalam mendukung pembangunan wilayah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Lampung Utara Hamartono Ahadis, unsur Forkopimda, serta pejabat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kodam XXI/Radin Inten.
Pangdam menilai, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur irigasi sekaligus mendorong produktivitas pertanian di daerah. “Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut hajat hidup masyarakat luas,” kata dia.
(Ayi/One)























