MESUJI : Nuansa warna-warni kebaya dan pakaian adat menyelimuti halaman SDN 5 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, pada Selasa pagi (21/04/2026). Seluruh civitas akademika, mulai dari siswa-siswi hingga dewan guru, berkumpul dengan penuh antusias untuk memperingati Hari Kartini yang ke-147 tahun.
Acara yang dipusatkan di halaman sekolah ini bertujuan untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini, sekaligus menanamkan nilai-nilai emansipasi dan semangat literasi kepada generasi muda sejak dini di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.
Berbeda dengan hari biasanya, para siswi tampak anggun mengenakan kebaya khas Kartini, sementara para siswa mengenakan pakaian batik dan busana adat Nusantara. Meski tampil dengan busana tradisional yang kental, semangat modernitas tetap terpancar dari wajah-wajah peserta didik.
Kepala Sekolah SDN 5 Tanjung Raya, Duki Riyanto, S.Pd., menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar ajang peragaan busana atau seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi pembinaan karakter bagi para siswa.
“Melalui momentum ini, kami ingin anak-anak memahami bahwa Kartini bukan hanya soal mengenakan kebaya, tetapi tentang menanamkan keberanian untuk bermimpi dan belajar. Di era digital tahun 2026 ini, semangat Kartini harus diwujudkan dengan penguasaan teknologi tanpa melupakan etika dan akar budaya bangsa,” ujar Duki Riyanto kepada awak media seusai kegiatan.
Hadir langsung dalam momentum tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji, Fittrya Sari, S.T., M.T., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif SDN 5 Tanjung Raya. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pendidikan inklusif yang terinspirasi dari perjuangan Kartini.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan terhadap sekolah-sekolah yang konsisten menjaga nilai sejarah. Saya berharap, dari SDN 5 Tanjung Raya ini lahir calon pemimpin masa depan. Semangat Kartini harus menjadi pemantik bagi siswi di Mesuji untuk tidak takut bersaing secara intelektual di tingkat nasional maupun global,” ungkap Fittrya Sari.
Selain upacara peringatan yang berlangsung khidmat, sekolah juga menggelar berbagai perlombaan kreatif yang melibatkan kolaborasi antara guru dan murid. Perlombaan tersebut didesain untuk mengasah rasa percaya diri serta mempererat tali silaturahmi antar warga sekolah.
Siti Muzamzamah, S.Pd.I., selaku pembina upacara, dalam amanatnya berpesan bahwa kekompakan elemen sekolah adalah kunci keberhasilan pendidikan karakter.
“Keterlibatan seluruh dewan guru dengan pakaian adat seragam adalah bentuk teladan nyata bagi siswa. Kami ingin menunjukkan bahwa menghormati sejarah dan menghargai jasa pahlawan adalah langkah awal untuk menjadi bangsa yang besar dan beradab,” tuturnya.
Keceriaan tidak dapat disembunyikan dari wajah Larasati, siswi kelas IV, yang mengaku senang bisa mengenakan kebaya ke sekolah. Bagi Laras, hari ini memberinya pemahaman baru tentang makna perjuangan perempuan.
“Senang sekali bisa pakai kebaya seperti Ibu Kartini. Tadi juga dijelaskan oleh Bu guru tentang perjuangan ibu Kartini supaya perempuan bisa sekolah tinggi. Itu bikin saya makin semangat belajar untuk meraih cita-cita,” ungkap Laras dengan malu-malu namun penuh keyakinan.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini dilanjutkan pawai busana disekitar lingkungan sekolah dan ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah sebagai simbol kebersamaan.
Peringatan Hari Kartini tahun 2026 di SDN 5 Tanjung Raya ini juga diharapkan mampu mencetak “Kartini-Kartini Baru” yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. (Kotan)























