MESUJI – Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah bersama masyarakat di Lapangan Desa Bujung Buring, Kecamatan Tanjung Raya, pada Rabu (27/05/2026). Momentum hari raya tahun ini dinilai monumental seiring dengan meningkatnya partisipasi qurban masyarakat serta diterimanya bantuan kemanusiaan berupa satu ekor sapi jantan seberat 1 ton dari Presiden Republik Indonesia.
Ibadah tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Mesuji Hj. Elfianah, S.E., Wakil Bupati M. Yugi Wicaksono, S.M., beserta jajaran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus, Dandim 0426/Tulang Bawang Letkol Inf Syurya Dharma, Kepala Kejaksaan Negeri Mesuji Sahat Robert Parulian Simatupang, S.H., M.H., serta Sekretaris Daerah Budiman Jaya, S.STP., M.IP. Turut hadir pula pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ribuan jemaah setempat.
Sinergi Lintas Sektor dan Gotong Royong Perangkat Daerah
Dalam pidato sambutan resminya, Bupati Mesuji Hj. Elfianah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pertumbuhan kesadaran spiritual dan solidaritas sosial warga Mesuji. Berdasarkan data statistik yang dihimpun secara komprehensif, total hewan qurban di Kabupaten Mesuji pada tahun 1447 Hijriah ini mencapai 2.164 ekor, yang terdiri atas 476 ekor sapi dan 1.688 ekor kambing.
Kecamatan Way Serdang menempati urutan tertinggi dengan total 440 ekor hewan qurban (84 sapi, 356 kambing), disusul oleh Kecamatan Tanjung Raya di posisi kedua dengan 400 ekor (100 sapi, 300 kambing). Sementara itu, Kecamatan Mesuji Timur mencatatkan 187 ekor hewan qurban.
Selain penggalangan swadaya masyarakat, Pemkab Mesuji secara aktif menginisiasi gerakan gotong royong yang melibatkan 26 Perangkat Daerah di lingkup pemerintah kabupaten untuk menyalurkan bantuan hewan qurban ke seluruh kecamatan secara merata. Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Mesuji juga menerima bantuan kemasyarakatan berupa sapi hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia.
”Atas nama Pemerintah Kabupaten Mesuji beserta seluruh elemen masyarakat, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas alokasi bantuan satu ekor sapi qurban dengan bobot mencapai 1.000 kilogram. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian konkret pemerintah pusat terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mesuji,” ujar Bupati Elfianah.
Ditemui usai pelaksanaan ibadah, Bupati Hj. Elfianah memberikan statmen mendalam terkait esensi teologis dan sosiologis dari ibadah qurban dalam konteks akselerasi pembangunan daerah serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.
”Ibadah qurban mengamanatkan transformasi spiritual yang berdampak langsung pada tatanan sosial. Secara etimologis, qurban berasal dari kata ‘qaruba’ yang berarti dekat. Oleh sebab itu, momentum ini tidak boleh sekadar dimaknai sebagai ritual tahunan, melainkan sebuah instrumen untuk memperkecil kesenjangan sosial. Qurban harus mampu menjadi jembatan inklusi yang menghubungkan kelompok masyarakat yang memiliki ketahanan ekonomi dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegas Elfianah.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mesuji ini menggarisbawahi bahwa lonjakan kuantitas hewan qurban tahun ini merepresentasikan dua indikator positif: peningkatan kesejahteraan ekonomi linear dengan kematangan kesadaran kolektif untuk saling berbagi.
”Melalui distribusi komoditas pangan ini, Pemkab Mesuji berkomitmen untuk mengimplementasikan prinsip keadilan sosial secara nyata di lapangan. Target utama kita adalah memastikan intervensi pemenuhan gizi ini menjangkau masyarakat miskin, lansia, anak yatim, dan kaum dhuafa secara presisi. Esensi sejati dari kepemimpinan dan kemasyarakatan adalah sejauh mana kita mampu memberikan kontribusi tulus demi kemaslahatan bersama. Nilai-nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS inilah yang harus diintegrasikan dalam menyukseskan visi Mesuji yang maju, aman, religius, dan sejahtera,” imbuhnya.
Guna menjamin standardisasi dan kelancaran pelaksanaan di lapangan, Bupati Mesuji mengeluarkan empat instruksi strategis yang ditujukan kepada panitia pelaksana serta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Yakni terkait Standardisasi Syariat dan Higienitas: Memastikan seluruh proses tata cara penyembelihan hewan qurban memenuhi koridor syariat Islam, memperhatikan kesejahteraan hewan (animal welfare), serta menjaga aspek higienitas.
Akurasi Distribusi: Menjamin ketepatan sasaran distribusi dengan memprioritaskan kelompok masyarakat rentan, miskin ekstrem, yatim piatu, janda, dan lanjut usia.
Manajemen Limbah dan Lingkungan: Menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama jajaran pemerintah desa untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan limbah pemotongan guna mencegah kontaminasi dan pencemaran lingkungan.
Mitigasi dan Penjaminan Kesehatan Hewan: Menugaskan Dinas Pertanian beserta jajaran petugas kesehatan hewan (medik dan paramedik veteriner) untuk melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem guna memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Rangkaian agenda diakhiri dengan penyerahan hewan qurban secara simbolis oleh Bupati beserta keluarga besar yang turut berpartisipasi langsung dalam ibadah qurban kemasyarakatan tahun ini.
”Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin,” pungkas Bupati Elfianah menutup rilis pers tersebut. (Kotan)























