Dongkrak Sektor Perkebunan, Program Tanaman Bibit Kakao Bakal Ditanam di 1.500 Hektar Untuk Lahan Petani Mesuji

Mesuji — Pemerintah Kabupaten Mesuji di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Elfianah, S.E., terus menancapkan komitmen kuat dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah berbasis lingkungan. Langkah strategis terbaru diwujudkan melalui rencana megaproyek sektor perkebunan, yakni penanaman 1.500 hektar bibit kakao unggul yang akan disebar secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Mesuji, yang dikenal luas dengan julukan “Bumi Ragab Begawe Caram”.

​Program yang diproyeksikan menjadi pendorong utama kesejahteraan masyarakat ini ditargetkan mulai terealisasi pada tahun anggaran ini. Ribuan bibit kakao berkualitas tinggi tersebut akan segera dibagikan secara gratis kepada kelompok tani guna mengoptimalkan potensi lahan tidur serta mendongkrak produktivitas sektor agrikultur di tingkat tapak.

banner 728x90

​Saat dikonfirmasi di sela-sela peninjauan kesiapan lahan, Bupati Mesuji Hj. Elfianah, S.E., menegaskan pentingnya perubahan pola pikir para petani menuju kemandirian ekonomi berkelanjutan melaui pemanfaatan komoditas ramah lingkungan.

​”Hari ini kita menanam, besok kita mandiri. Mari jadikan tanaman kakao ini sebagai tonggak awal kebangkitan ekonomi hijau di Mesuji! Kita ingin memastikan bahwa komoditas ini tidak hanya tumbuh di lahan, tetapi juga menumbuhkan kesejahteraan yang berkelanjutan di dompet para petani kita,” ujar Bupati Elfianah optimis saat mendampingi kunjungan Gubernur Lampung Mirza, Rabu, 24/06 kemarin.

​Lebih lanjut, Bupati Elfianah menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan momentum biasa, melainkan sebuah visi jangka panjang untuk menempatkan Kabupaten Mesuji dalam peta produsen cokelat berkualitas tinggi di tingkat nasional. Melalui manajemen yang terintegrasi, target besar yang diusung oleh pemerintah daerah sangat jelas dan kuat. “Dari Mesuji, untuk cokelat terbaik Indonesia”.

​Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Samsi Hermansyah pun turut memberikan keterangan teknis mengenai persiapan penyaluran bantuan masif ini.

Pihaknya menegaskan bahwa proses verifikasi calon petani dan calon lokasi (CPCL) saat ini sedang berjalan intensif demi memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat dan dikelola di atas hamparan lahan yang produktif.

​”Sesuai arahan Ibu Bupati, kami tidak hanya membagikan bibit lalu selesai. Dinas Pertanian telah menyiapkan tim penyuluh lapangan yang akan mendampingi para petani secara berkala, mulai dari teknik penanaman, pemeliharaan, pencegahan hama, hingga penanganan pasca-panen. Kita menginginkan komoditas kakao Mesuji memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun internasional,” jelasnya.

​Selanjutnya respons positif juga datang dari kalangan petani lokal. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mesuji menyatakan bahwa program ini merupakan angin segar yang telah lama dinantikan. Bantuan bibit kakao dengan skala mencapai 1.500 hektar ini diyakini mampu menjadi alternatif komoditas yang sangat menjanjikan di samping sektor kelapa sawit dan karet yang selama ini mendominasi perekonomian warga.

​Dengan sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah daerah, pengawasan teknis dinas terkait, serta semangat kemandirian para petani, program penanaman kakao massal ini sekaligus diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan kebangkitan ekonomi hijau yang tangguh, lestari, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat banyak di Bumi Ragab Begawe Caram. (Kotan).

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed