MESUJI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji secara resmi meluncurkan Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat Call Center 112. Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirine dan peninjauan langsung pengoperasian sistem oleh Bupati Mesuji, Hj. Elfianah, didampingi ketua Tim Kerja Akselerasi Infrastruktur EVS dan NTPD 112, beserta jajaran Forkopimda dan perwakilan dari Dirjen Adwil Kemendagri RI. Rabu (29/7/2026).
Layanan panggilan darurat bebas pulsa ini dihadirkan untuk mempermudah masyarakat dalam melaporkan berbagai kondisi kedaruratan, mulai dari kejadian medis mendesak, kebakaran, bencana alam, gangguan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum), hingga tindak kriminalitas.
Dalam sambutannya, Bupati Mesuji Hj. Elfianah menegaskan bahwa peluncuran Call Center 112 merupakan wujud komitmen nyata Pemkab Mesuji dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan terintegrasi bagi seluruh warga masyarakat.
”Hadirnya Layanan Call Center 112 ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses bantuan darurat yang responsif. Dulu, warga sering bingung harus menghubungi nomor berapa saat terjadi musibah, karena tiap instansi punya nomor sendiri. Kini, cukup ingat satu nomor: 112, dan petugas siap melayani selama 24 jam gratis tanpa pulsa,” ujar Elfianah saat memberikan arahan.
Elfianah menambahkan, efektivitas layanan ini sangat bergantung pada sinergi dan koordinasi Lintas Sektor, termasuk Kepolisian, TNI, BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta Pemadam Kebakaran.
”Sistem ini terhubung langsung dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis serta jajaran TNI-Polri. Begitu ada laporan masuk, operator akan langsung menyalurkan informasi ke dinas atau instansi terkait agar penanganan di lapangan bisa dilakukan secepat mungkin,” tambahnya.
Sementara itu, Agung Setio selaku Ketua Tim Kerja Akselerasi IEVS dan NTPD 112 yang hadir mengapresiasi langkah progresif Pemkab Mesuji yang terus bertransformasi menuju Smart City melalui penyediaan infrastruktur layanan darurat yang modern.
”Layanan 112 ini dirancang bebas pulsa dan tetap dapat diakses meskipun ponsel dalam keadaan terkunci atau tanpa kartu SIM dari provider tertentu. Kami berharap Pemkab Mesuji dapat terus menjaga kualitas SLA (Service Level Agreement) dan kesiapsiagaan operator agar setiap panggilan dapat direspon dalam hitungan detik,” ungkapnya.
Usai acara peresmian di Bupati Elfianah bersama unsur Forkopimda langsung meninjau ruang Command Center dan melakukan uji coba panggilan (call test) secara langsung menggunakan telepon genggam untuk memastikan kesiapan sistem dan jajaran petugas operator.
Pemkab Mesuji juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini dengan bijak dan bertanggung jawab, serta tidak melakukan panggilan palsu (prank call) agar petugas dapat fokus menangani warga yang benar-benar membutuhkan bantuan darurat. (Kotan)























