Duka di Jalinsum Lampung Utara: Ibu dan Balita Tewas Ditabrak Truk, Sopir Kabur

Lampung Utara: Luka kembali menganga di ruas Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, Lampung Utara, Selasa (5/5/2026).

Seorang ibu muda, Nopita Sari, bersama anak balitanya yang baru berusia tiga tahun, tewas seketika setelah sepeda motor yang mereka tumpangi dihantam truk fuso dari belakang. Tragisnya, pengemudi truk justru melarikan diri, meninggalkan korban tak bernyawa di tengah jalan.

banner 728x90

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, saat arus kendaraan mulai padat oleh aktivitas warga. Berdasarkan keterangan kepolisian, truk fuso bernomor polisi BE 9750 BU melaju dari arah Bandar Lampung menuju Kotabumi, searah dengan sepeda motor korban. Namun, laju kencang truk diduga tak terkendali hingga menabrak kendaraan di depannya.

Benturan keras membuat tubuh ibu dan anak itu terpental hingga puluhan meter. Keduanya mengalami luka berat dan meninggal di lokasi kejadian, sebelum sempat mendapat pertolongan medis.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut hanya bisa terpaku, sebagian lainnya berusaha memberikan bantuan sembari menunggu petugas datang.

Petugas kepolisian yang menerima laporan segera menuju lokasi, mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Candimas Kotabumi, serta mengamankan barang bukti berupa kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Namun, upaya penanganan awal ini diiringi dengan fakta mencemaskan, sopir truk melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran.

Kapolsek Abung Selatan, AKP Mahbub Junaidi, menyatakan kedua kendaraan melaju searah dan dugaan sementara kecelakaan dipicu kelalaian serta kecepatan tinggi dari truk. Polisi kini tengah mendalami penyebab pasti kejadian sekaligus memburu pengemudi yang kabur dari tanggung jawab hukum.

Tragedi ini kembali menegaskan rapuhnya keselamatan di Jalinsum, jalur vital yang kerap berubah menjadi lintasan maut. Minimnya disiplin berlalu lintas, dominasi kendaraan berat, serta lemahnya pengawasan kecepatan menjadi kombinasi mematikan yang terus memakan korban jiwa.

Peristiwa ini seharusnya tidak berhenti sebagai angka statistik kecelakaan. Ia adalah peringatan keras bagi semua pihak,pengemudi, perusahaan angkutan, hingga regulator, untuk menegakkan standar keselamatan secara lebih tegas. Tanpa itu, Jalinsum akan terus menjadi saksi bisu hilangnya nyawa-nyawa tak berdosa.

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan di jalan. Namun lebih dari itu, penegakan hukum yang konsisten dan pengawasan ketat terhadap kendaraan berat menjadi kunci agar tragedi serupa tak terus berulang.

(Ayi/Ipul)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *