Mayat Misterius Mengapung di Bawah Jembatan Cakat, Identitas Korban Masih Gelap

Tulang Bawang : Warga Kampung Cakat Raya, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, dibuat geger dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Cakat, Selasa (9/6/2026) pagi.

Jasad pria tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB di bawah Jembatan Cakat oleh seorang nelayan yang sedang mencari ikan. Temuan itu sontak mengundang perhatian warga yang berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi.

banner 728x90

Dari rekaman video yang beredar, korban terlihat mengenakan kemeja lengan panjang dan celana berwarna hitam. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban masih utuh dan mengapung di permukaan sungai.

Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 07.00 WIB.

“Begitu menerima informasi, petugas langsung menuju lokasi penemuan mayat di bawah Jembatan Cakat untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan evakuasi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Alimin. Saat melintas menggunakan perahu di bawah jembatan, ia melihat sesosok tubuh mengambang di tengah sungai.

Merasa curiga, Alimin kemudian meminta bantuan warga lain yang sedang memancing untuk memastikan kondisi korban. Setelah diperiksa, pria tersebut diketahui telah meninggal dunia.

Untuk mencegah jasad kembali hanyut terbawa arus, warga menarik korban ke tepi sungai dan mengikatnya pada batang kayu sambil menunggu kedatangan petugas.

Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban. Polisi memperkirakan korban meninggal dunia kurang dari 24 jam sebelum ditemukan.

“Sementara hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan luka pada tubuh korban. Diperkirakan korban meninggal dunia sekitar 24 jam sebelum ditemukan,” kata Apfryyadi.

Meski demikian, misteri identitas korban hingga kini masih menjadi tanda tanya. Upaya identifikasi menggunakan alat Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS) belum membuahkan hasil.

Kondisi sidik jari korban yang sudah memutih akibat terlalu lama terendam air membuat proses pencocokan identitas tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Saat ini jenazah telah dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dan berupaya mengungkap identitasnya.
(**)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *